DIFERENSIASI MEREK
BRAND
Di dalam marketing dibedakan antara aspek fisiologi merek dengan aspek pengalaman
Aspek pengalaman merupakan gabungan seluruh point pengalaman yang berinteraksi dengan merek. Yang di sebut Brand Experience.
Aspek fisiologis sering disebut Brand Image, adalah citra yang di bangun dalam alam bawah sadar koncumen melalui informasi dan expectasi yang diharapkan melalui product atau jasa.
Citra merek dibangun dengan memasukkan kepribadian atau citra ke dalam produk atau jasa, kemudian dimasukkan kedalam alam bawah sadar konsumen
Seni dalam membangun dan mengelola merek adalah Brand Manajemen, dalam merek yang terkenal luas oleh masyarakat adalah brand relognizion, merek yang baik seharusnya memenuhi kriteria
1. Terlindung dengan baik
2. Mudah diucap
3. Mudah diingat
4. Mudah dikenal
5. Menarik
6. Menampilkan manfaat produk atau saran penggunaan produk
7. Menonjolkan perbedaan produk dibandingkan pesaing
Di dalam marketing dibedakan antara aspek fisiologi merek dengan aspek pengalaman
Aspek pengalaman merupakan gabungan seluruh point pengalaman yang berinteraksi dengan merek. Yang di sebut Brand Experience.
Aspek fisiologis sering disebut Brand Image, adalah citra yang di bangun dalam alam bawah sadar koncumen melalui informasi dan expectasi yang diharapkan melalui product atau jasa.
Citra merek dibangun dengan memasukkan kepribadian atau citra ke dalam produk atau jasa, kemudian dimasukkan kedalam alam bawah sadar konsumen
Seni dalam membangun dan mengelola merek adalah Brand Manajemen, dalam merek yang terkenal luas oleh masyarakat adalah brand relognizion, merek yang baik seharusnya memenuhi kriteria
1. Terlindung dengan baik
2. Mudah diucap
3. Mudah diingat
4. Mudah dikenal
5. Menarik
6. Menampilkan manfaat produk atau saran penggunaan produk
7. Menonjolkan perbedaan produk dibandingkan pesaing
DIFERENSIASI MEREK
Pentingnya merek bermanfaat bagi para target konsumen untuk menaikkan positioning dan keuntungan diferensial.
Menyediakan cara lain untuk memposisikan suatu produk yang relatif terhadap pesaing, disini merek dibedakan antara brand intelijen dan brand imajinatif
Intelijen = mendorong
Imajinasi = membayangkan
RELIABILITAS MEREK
Merek dapat juga mengalami kegagalan produk dan praktek bisnis yang jatuh sehingga perlu mendapatkan reabilitas merek
Ada 5 realibilitas mrek yang secara potensial berbahaya
1.Ketidak puasan pelanggan
2.Permasalahan lingkungan
3.Kegagalan produk atau jasa
4.Klaim dan boikot
5.Praktek bisnis yang di pertanyakan..ex..Nike
HARGA
Harga premium merupakan persentase dimana harga yang ditetapkan melebihi harga Branch Max yang ditetapkan untuk sebuah produk
Harga premium 80% = harga produk A – harga produk Branch Max
Harga-harga produk Branch Max
Contoh:
Ali ingin membandingkan harga produknya dengan rata-rata harga yang terbayar untuk produk yang sejenis di pasaran yang mencatat bahwa : air mineral dijual Rp. 5.500/liter dan terjual sebanyak 20% pangsa pasar.
Competitor produknya juga air mineral yang dijual Rp. 5.000,- dan menguasai 10% pangsa pasar
Essence di jual Rp. 4.500 dan menguasai 20% pangsa pasar dan yang paling murah Club air mineral di jual dengan harga Rp. 4.000,- dan menguasai 50% pangsa pasar
Rata-rata harga yang di bayar = (20%x5500)+(10%x5000)+(20%x4500)+50%x4000)= 4500
Harga premium (%) = 5.500-4500/4500 = 1000/4500 = 0.22
Sedang (Tenabel)
Prestasi perusahaan cukup memuaskan untuk menjamin kelangsungan usahnya tetapi perusahaan ini sering kalah karena oleh perusahaan yang dominan setelah ia memiliki peluang yang kurang dari rata-rata industri
Lemah (Weak)
Perusahaan ini tampil dengan tidak memuaskan tapi masih memiliki peluang perbaikan, perusahaan ini harus merubah diri, jika tidak perusahaan ini akan tersingkir
Tidak Ada Harapan
Perusahaan ini berprestasi tidak dengan sangat memuaskan serta tidak memiliki peluang perbaikan
Setiap perusahaan dapat melihat dirinya menempati salah satu dari posisi diatas. Posisi perusahaan dalam persaingan sepanjang tahapan daur hidup produk, akan banyak membantu proses pengambilan keputusan untuk menanam modal dan bertahan, menyusut atau bahkan mundur dari kancah industri.
Pemimpin pasar merupakan pasar yang relevan pada umumnya mencakup perubahan harga, penyediaan produk baru, pencakupan saluran distribusi dan intensitas promosi, persahaan pemimpin bisa saja tidak dikagumi.
Ex. Perusahaan yang terkenal di dalam posisi, dikagumi ataupun tidak dikagumi “Geneal Motor”, “Xerox”, “Mac D” etc.
Perusahaan yang dominan selalu ingin tetap no.1. sikap ini yang mendorong untuk mengambil tindakan.
Perusahaan harus menentukan cara untuk mengembangkan jumlah secara keseluruhan
Perusahaan harus menjaga tingkat pasar-pasar yang dikuasai dengan cara bertahan, maupun menyerang yang baik
Perusahaan dapat mencoba meningkatkan pasar-pasarnya meskipun luas pasar tidak berubah
MENGEMBANGKAN PASAR SECARA KESELURUHAN
Bila pasar berkembang biasanya perusahaan dominan yang memperoleh manfaat terbanyak ex. Orang amerika membeli 10 juta mobil bukan 8 juta, tetapi general motor yang banyak memetik manfaat karena memproduksi lebih dari separuh mobil dalam negeri yang terjual di amerika serikat. General motor lebih banyak memperoleh keuntungan karena ia berhasil meyakinkan lebih banyak orang amerika agar memiliki mobil dan lebih sering mengganti mobilnya pada dasarnya perusahaan yang memimpin akan mencari pemakai baru, kegunaan baru dan penggunaan yang lebih banyak atas produknya.
Pemakai Baru
Setiap kelas produk mempunyai peluang untuk menarik pembeli yang belum kenal pada produknya, atau menolak karena masalah harga, atau kurang ciri tertentu pada produknya. Ex.
Penggunaan Baru
Dengan jalan menemukan dan mengenalkan kegunaan baru pada suatu produk ex. Orang amerika sarapan dengan sereal
Penggunaan Yang Lebih Baik
Strategi ketiga untuk mengembangkan pasar yaitu meyakinkan masyarakat konsumen agar menggunakan produk lebih banyak pula setiap kesempatan
Melindungi Pangsa Pasar
Perusahaan yang dominan harus melindungi secara terus menerus dari serangan lawan-lawannya. Bahwa pemimpin pasar harus melihat secara cermat wilayah mana yang harus dipertahankan di wilayah mana yang harus di korbankan
Strategi Penantang Pasar (Market Challenger)
Perusahaan yang menduduki peringkat kedua, ketiga dan seterusnya dalam suatu industri biasanya disebut Runner Up. Beberapa perusahaan tersebut memang besar ex. Pepsi Cola. Perusahaan Runner Up ini bisa memilih salah satu dari dua penampilan mereka dapat menyerang market leader dan disatu sisi merek bersikap menerima.
Menerapkan Sasaran Strategi dan Lawan
Satu langkah awal yang dilakukan pangsa pasar adalah menetapkan sasaran strategi menurut prinsip sasaran kaum militer setiap operasi militer harus diarahkan pada sasaran yang jelas, sasaran menurut marketing yang menghasilkan profitabilitas yang lebih besar. Pada dasarnya penyerang dapat memilih untuk menyerang salah satu dari tiga jenis perusahaan. Yang kedua menyerang perusahaan regional yang lebih kecil. Yang ketiga memilih strategi penyerangan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar