Berikut adalah syarat dan ketentuan yang memiliki kemungkinan bagi kalimat fi’il tsulatsi mujarrod untuk mengikuti wazan-wazannya. Kenapa masih memiliki kemungkinan? Karena bahasa arab tidak semuanya tergantung pada kaidah-kaidah, dalam bahasa arab juga berlaku sima’iy (kebiasaan orang arab mengucapkan kalimat)
Wazan:
فَعَلَ يَفْعُلُ
· Fi’il madli yang Muta’addiy yang [‘ain fi’ilnya] berharkat fathah dan [fa fi’ilnya] terdiri dari huruf hamzah atau wawu. Contoh: أَمَرَ يَأْمُرُ (memerintah) dan أَخَدَ يَأْخُدُ (mengambil)
· Fi’il madli Bina’ Mudlo’af yang Muta’addy. Contoh: مَدَّ يَمُدُّ (memanjangkan/mengulur)
· Fi’il madli Bina’ Ajwaf Wawiy
· Fi’il madli Bina’ Naqish Wawiy
Wazan:
فَعَلَ يَفْعِلُ
· Fi’il madli yang lazim yang [‘ain fi’ilnya] berharkat fathah dan [fa fi’ilnya] terdiri dari huruf hamzah atau wawu. Contoh: وَعَدَ يَعِدُ (jauh) dan أَتَى يَأْتِي (datang)
· Fi’il madli Bina’ Mudlo’af yang Lazim. Contoh: شَدَّ يَشِدُّ (lari)
· Fi’il madli Bina’ Ajwaf Ya’iy
· Fi’il madli Bina’ Naqish Ya’iy
Wazan:
فَعَلَ يَفْعَلُ
· Fi’il madli yang [‘ain fi’ilnya] atau [lam fi’ilnya] terdiri dari huruf halaq
ح خ ع غ هـ أ
contoh: فَتَحَ يَفْتَحُ (membuka). نَشَأَ يَنْشَأُ (tumbuh)
Wazan:
فَعُلَ يَفْعُلُ
· Fi’il madli yang Lazim (biasanya bermakna sifat/watak) contoh: حَسُنَ يَحْسُنُ (bagus) dan قَبُحَ يَقْبُحُ (jelek)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar